pinturumah - Saat ini banyak sekali rumah yang menggunakan warna abu-abu untuk dindingnya. Kebanyakan adalah rumah bergaya masa kini dengan bentuk kotak-kotak geometris yang polos dan simpel. Mengapa abu-abu begitu diminati? Padahal bagi sebagian orang, abu-abu memberikan kesan sedih atau murung.
Abu-abu sebetulnya masuk dalam kategori warna netral, berjajaran dengan putih, krem, hitam, atau coklat. Semua gradasi abu-abu bisa menjadi warna background yang baik. Abu-abu yang terang bisa digunakan sebagai pengganti warna putih dan abu-abu yang lebih gelap sebagai pengganti hitam.
Sebagai warna netral, abu-abu cocok disandingkan dengan warna-warna lain. Misalnya saja, abu-abu terang bisa harmonis dengan warna-warna pastel seperti pink, biru, lavender, dan hijau. Paduan seperti ini memiliki sifat feminin. Sedangkan untuk mendapatkan kesan yang lebih maskulin, gelapkan saja warna-warna tersebut.
Sekalipun sama-sama masuk kategori warna netral, abu-abu berbeda dari coklat. Coklat lebih hangat, sementara abu-abu berkesan dingin. Karena itu abu-abu juga bisa digunakan untuk “mendinginkan” warna “panas”. Berikan warna ini pada warna merah atau kuning emas, maka kesan yang ditimbulkan menjadi lebih dingin.
Pada rumah-rumah yang ada saat ini, abu-abu biasanya digunakan untuk dinding luar rumah. Orang bisa menggunakan sampai 5 macam abu-abu pada dinding fasadnya untuk mendapatkan dimensi yang lebih hidup. Warna abu-abu juga bisa dihasilkan dari warna asli semen, misalnya saja dinding caprut.
Untuk interior, biasanya digunakan abu-abu yang lebih terang, sehingga posisinya menjadi pengganti warna putih. Tidak banyak orang yang menggunakan warna abu-abu yang lebih gelap untuk dinding interior. Kalaupun ada, biasanya hanya untuk aksen pada satu dinding. Hati-hati menerapkan abu-abu yang agak gelap pada seluruh dinding interior. Bisa-bisa ruangan Anda jadi berkesan “murung”.
Taupe—coklat keabuan—mungkin bisa jadi pilihan bila Anda ingin menggunakan warna abu-abu yang sedang in, tapi mengharapkan kesan yang keluar adalah hangat.